Medan - Salah satu Sosiolog Universitas Negri Medan, Ricky Adrian Putra, menyampaikan bahwa terhitung sudah empat pekan para penyintas bertahan di pengungsian, pasca banjir melanda Sumatra Utara, Aceh dan Sumatra Barat. Para penyintas masih berjibaku bagaimana bisa bertahan dari hari ke hari.

Jamak penyintas masih mengandalkan pasokan logistik dari para donatur. Meski pemerintah juga terus melakukan distribusi. 

Bukan hal mudah menjadi penyintas. Letupan-letupan konflik mulai terjadi di sejumlah tempat. Perebutan logistik hingga kecemburuan sosial sesama penyintas, menjadi problem baru dalam penanggulangan bahala di Sumatra. 

Ricky Ardian Putra, menjelaskan periode pasca bencana kerap menjadi titik rawan munculnya konflik sosial. 

“Ini terjadi ketika proses pemulihan tidak dilakukan secara adil dan partisipatif, sehingga meningkatkan ketimpangan dan ketegangan sosial yang sudah ada sebelumnya,” kata Ricky kepada awak media. 

Dirinya juga merasa kecewa terhadap pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra, ada pernyataan bahwa tentang kinerja pemerintah sejak awal bencana yang tidak terekam kamera, ini menunjukkan bahwa setetakment Seskab yang mengarah pemerintah Indonesia anti kritik.