Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, terus menunjukkan geliat pembangunan yang kian progresif. Wilayah pesisir selatan yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia ini tidak hanya menyimpan pesona alam yang memikat, tetapi juga kekuatan ekonomi berbasis masyarakat yang terus berkembang.Sukabumi, 2 April 2026.

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, menjelaskan bahwa secara geografis wilayahnya memiliki karakteristik yang unik. Perpaduan antara kawasan pesisir, perbukitan, hingga pedesaan produktif menjadikan Cisolok kaya akan potensi sumber daya alam.

“Dari sisi demografi, masyarakat kami mayoritas bergerak di sektor pertanian, perikanan, perdagangan, dan jasa pariwisata. Jumlah penduduk juga terus bertambah seiring meningkatnya aktivitas ekonomi,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan di Cisolok difokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Berbagai program seperti penguatan UMKM, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga pengembangan kelompok usaha seperti Asosiasi Kopi Cisolok terus digencarkan. 

Pemerintah kecamatan juga berkomitmen menghadirkan tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Cisolok dikenal sebagai salah satu kawasan dengan potensi unggulan yang lengkap. 

Di sektor pariwisata, sejumlah destinasi menjadi daya tarik utama wisatawan, antara lain Pantai Karangpapak, Pantai Kapitol, Pantai Karanghawu, Pantai Cibangban, Pantai Cikembang, hingga Geyser Cipanas Cisolok yang menawarkan pemandian air panas alami.

“Destinasi ini selalu ramai dikunjungi, terutama saat libur nasional dan hari besar keagamaan,” ungkap Okih.


Selain sektor pariwisata, pertanian dan perkebunan juga menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Komoditas seperti padi, palawija, kelapa, kopi, hingga hortikultura tumbuh subur di wilayah ini. 

Sektor perikanan, baik tangkap maupun budidaya, turut memberikan kontribusi besar, khususnya bagi masyarakat pesisir.