BANYUWANGI - Pertanyaan “datang ke Banyuwangi mencari poin atau koin?” yang pernah dilontarkan Hakim Said, S.H., Founder sekaligus Ketua Rumah Kebangsaan (RK) Banyuwangi, menjadi penanda awal kepemimpinan Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. saat pertama menjabat Kapolresta Banyuwangi.

Jawaban Rama kala itu tegas.

“Saya datang ke Banyuwangi bukan untuk mencari poin atau koin, tetapi untuk pengabdian,” ujarnya.

Selama satu tahun tiga bulan memimpin, pernyataan tersebut tidak berhenti sebagai slogan. Stabilitas kamtibmas Banyuwangi relatif terjaga di tengah tingginya dinamika sosial, pariwisata, dan mobilitas masyarakat.

Namun Rama secara terbuka menegaskan bahwa kondusivitas tersebut bukan hasil kerja polisi semata.

“Kondusivitas Banyuwangi ini terjaga karena peran seluruh elemen masyarakat. Polisi tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.

Ia juga mengakui adanya keterbatasan internal institusi yang dipimpinnya.

“Saya tidak sempurna. Masih ada anggota yang belum melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai regulasi. Itu menjadi evaluasi dan pembenahan bersama,” tambah Rama.

Pendekatan humanis kepolisian dilakukan melalui dialog rutin dengan tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan organisasi masyarakat, serta respons cepat pengaduan publik, termasuk melalui layanan digital WA Wadul Kapolresta. Sinergi dengan Pemkab Banyuwangi, TNI, dan masyarakat sipil turut memperkuat stabilitas daerah.