Bogor - Komandan Korem 061/Surya Kencana Brigjen TNI Thomas Rajunio menegaskan pentingnya gerakan penanaman pohon sebagai upaya strategis menghadapi ancaman bencana lingkungan di Kabupaten Bogor. Hal itu disampaikan saat memimpin apel serbuan penanaman pohon *Bersatu dengan Alam* di kawasan Sentul Komplek, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Jumat (6/2/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Danrem menekankan bahwa perubahan tata ruang dan peningkatan pembangunan di kawasan penyangga ibu kota harus diimbangi dengan penguatan ekosistem. Menurutnya, penghijauan menjadi langkah konkret yang mampu menekan potensi banjir, longsor, serta kerusakan lingkungan dalam jangka panjang.

Brigjen TNI Thomas Rajunio menyebut keterlibatan TNI dalam program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial sekaligus komitmen menjaga keberlanjutan wilayah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan penanaman pohon sebagai gerakan kolektif, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.

Apel yang diikuti personel TNI, Polri, aparat kecamatan, perangkat desa, hingga masyarakat setempat itu juga menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor. Sejumlah pejabat Kodim 0621, para Danramil, Kapolsek, serta Camat Babakan Madang turut hadir mendukung kegiatan tersebut.

Pada kesempatan itu, sebanyak 150 bibit pohon pinus ditanam di kawasan Sentul yang dikenal sebagai daerah resapan air penting bagi wilayah Bogor dan sekitarnya. Penanaman difokuskan pada titik yang dinilai rawan erosi dan berpotensi memicu aliran air berlebih saat musim hujan.

Danrem menilai langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah bersama TNI untuk memulihkan ekosistem kawasan penyangga. Ia menekankan bahwa keberhasilan program lingkungan bergantung pada konsistensi dan keterlibatan masyarakat secara luas.

Selain penanaman pohon, kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial serta ajakan kepada warga untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya membangun kesadaran kolektif agar upaya penghijauan tidak berhenti pada satu kegiatan saja.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 10.00 WIB itu berjalan tertib dan kondusif. Danrem berharap gerakan ini menjadi pemicu lahirnya aksi serupa di berbagai wilayah, sehingga Kabupaten Bogor memiliki fondasi ekologis yang kuat untuk menghadapi tantangan bencana di masa mendatang. (Red/Hera)