Karawang, Kamis 7 Mei 2026 — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto untuk membantu pemenuhan gizi anak-anak usia sekolah, diduga dimanfaatkan oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi penipuan dengan berbagai modus operandi.
Dari penelusuran di lapangan, disebutkan sudah banyak korban yang mengalami kerugian materi, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah. Para pelaku diduga memperdaya korban dengan iming-iming dapat membantu meloloskan proses “centang biru” atau verifikasi di Badan Gizi Nasional (BGN), bahkan mencatut nama sejumlah petinggi di lembaga tersebut.
Praktik dugaan penipuan ini dinilai sangat meresahkan dan tidak boleh dibiarkan terus berlanjut. Selain merugikan masyarakat, tindakan para oknum tersebut juga berpotensi mencoreng program strategis nasional yang seharusnya mendapat dukungan penuh demi kepentingan generasi penerus bangsa.
Di wilayah Purwakarta, misalnya, beberapa pemilik yayasan yang antusias ingin menjadi mitra BGN justru diduga menjadi sasaran empuk para pelaku. Para oknum tersebut mengaku memiliki akses langsung kepada pejabat di BGN dan menjanjikan kemudahan proses verifikasi. Namun seiring berjalannya waktu, janji tersebut tidak kunjung terealisasi dan diduga kuat hanya menjadi modus untuk meraup keuntungan pribadi.
Korban menilai praktik ini terindikasi dilakukan oleh jaringan sindikat yang memanfaatkan situasi demi mendapatkan uang dari calon mitra BGN tanpa mempedulikan dampak yang ditimbulkan terhadap para korban maupun terhadap citra program MBG itu sendiri.
Saat ini, para korban dikabarkan tengah mempersiapkan laporan resmi ke Kepolisian Daerah Jawa Barat dengan harapan aparat penegak hukum dapat segera menindak para pelaku sehingga tidak semakin banyak masyarakat yang menjadi korban.
Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya kepada pihak manapun yang menawarkan jasa pengurusan verifikasi atau menjanjikan kelulusan menjadi mitra BGN dengan meminta sejumlah uang.